Jakarta, Flobamoranews.com–Selain ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo, NTT, mendorong pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN ) Waduk Lambo/Mbay untuk destinasi wisata dan ketahanan energi.
Demikian disampaikan Penjabat Bupati Nagekeo Raymundus Nggajo dalam Rapat Koordinasi PSN Waduk Lambo di ruang rapat lantai 17 Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (28/6/2024).
“Kami melihat, Waduk Lambo tidak hanya untuk ketahanan pangan tapi ketahanan energi dan destinasi (wisata) baru” ungkap Raymundus melansir Indonesia Satu.
Menurut pria yang akrab disapa Raymond ini, Pemerintah komitment mendorong pengembangan Proyek tersebut untuk ketahanan energi mengingat Nagekeo merupakan salah satu daerah dengan musim panas yang cukup panjang dalam setahun, sehingga ideal untuk dikembangkan pembangunan energi terbarukan.
“Itu sangat potensial untuk energi baru dan terbarukan yang menjadi perhatian pemerintahan saat ini,” papat Raymond.

Raymond juga menyinggung dukungan pemerintah pusat masa lalu melalui Kapet (Kawasan Penembangan Ekonomi Terpadu) Mbay tahun 1998 yang sekarang tidak ada bekas. “Kami tidak mau itu terulang lagi,” kata Raymundus.
Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo kata Dia mengharapkan PSN (Proyek Strategis Nasional) Waduk Lambo dioptimalkan karena fungsi Waduk Lambo pertama untuk ketahanan pangan mengingat kondisi Nagekeo yang 50 persen sumber PAD dari pangan (pertanian).
Pada kesempatan tersebut, Raymundus secara khusus mengharapkan dukungan pemerintahan untuk lima hal:
1. Optimalisasi fungsi Waduk Lambo ke dalam program PSN Waduk Lambo bukan hanya sebagai ketahanan pangan, tapi juga sebagai ketahanan energi dan destinasi (wisata) baru.
2. Pembangunan infrastruktur dasar yaitu bandara udara dan marina sebagai proyek strategi nasional (PSN).
3. Pengembangan pelabuhan peti kemas dan penataan jalan dalam kota dan pusat pengembangan pembangunan.
4. Penetapan Mbay sebagai kawasan strategis nasional dalam RTRW nasional, tindak lanjut dari PP Nomor 13/2017 tentang Kawasan Mbay dan Penetapan Kota Mbay sebagai pusat kegiatan wilayah (PKW).
5. Dukungan pemerintah pusat dan pelaku usaha di bidang transportasi laut untuk pembangunan marina dan membuka rute kapal cepat yang menghubungkan Labuan Bajo sebagai pusat pengembangan pariwisata super premium dengan Flores bagian tengah dan timur melalui pelabuhan Mbay untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan pengembangan potensi destinasi wisata.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












