“Jangan ribut-ribut di medsos, sedikit-sedikit di medsos, sampaikan secara baik kepada Dinas Pertanian,” pintanya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Primus Nuwa kembali mengingatkan agar bisa hindari persoalan-persoalan sosial dimana status lahan dan lainnya harus sudah clean dan clear sehingga tidak mengganggu waktu pelaksanaan dilapangan, diupayakan target 350 ha bisa terealisasi.
“Terutama menyangkut masalah sosial jangan sampai saat pelaksanaan, terjadi keributan. Karena terus terang untuk daerah kita, selalu diingatkan untuk masalah sosial yang menjadi kendala. Harus clear dan clean, ” jelas Primus.
Ia juga ingatkan para petani bahwa yang dibangun adalah saluran irigasi teknis bukan irigasi desa. Oleh karena itu, ada mekanisme yang diatur oleh pemerintah, terutama hindari pembangunan pemukiman di sepanjang saluran irigasi yang akan dikerjakan.
“Daerah ini sudah bagus, sejauh mata memandang tidak ada pohon-pohon. Jangan kita jadikan lahan irigasi dengan lahan perkebunan. Terutama jalan tani tidak boleh ada tanaman, “tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












