“Dari daerah selatan jangan sampai pindahkan kelapa kesini, dilarang keras ada pemukiman di lahan irigasi, dilarang alih fungsi lahan komoditi, fokus di padi, “tambahnya mengingatkan.
Primus juga berharap para petani dapat menjaga mutu dan spesifikasi dengan skema pengelolaan Swakelola, untuk itu diharapkan semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sesuai juknis yang ada dan tepat waktu.
“Hari Orang Kerja (HOK) kita yang kerja kita yang dapat upah, jaga kualitas. Kerja ditargetkan waktu. Jadi tidak boleh di pihak ketiga kan sehingga mulai dari pengadaan material dan seterusnya minimal sesuai petunjuk,” imbuhnya.
Untuk diketahui, saluran irigasi di Poktan Rowet Permai dengan total 2.400 meter panjang ini, akan dikerjakan sepanjang 840 meter panjang dengan anggaran sebesar Rp.611.800.000 yang ditargetkan dalam waktu dua bulan pekerjaan selesai.
Sedangkan sumber dana kegiatan optimasi lahan non rawa ini adalah dari Tugas Pembantuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi NTT. Optimasi ini bertujuan untuk peningkatan fungsi jaringan irigasi drainase di luar sistem irigasi teknis, Rehabilitasi dan atau pembangunan pintu air pembangunan pengambilan air box bagi di luar sistem irigasi teknis, Rehabilitasi dan atau pembuatan penampung air.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












