KUPANG, Flobamora-news.com – Keberadaan Kuliner Lokal seperti Jagung Bose yang mulai kurang popular dan mulai jarang ditemukan dalam keseharian masyarakat Kota Kupang, sebagai akibat dari dampak perkembangan jaman, kemajemukan masyarakat kota Kupang dan banyaknya budaya luar yang masuk ke Kota Kupang maka Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan event FESTIVAL KULINER BOSE SE’I LU’AT (BSL) sebagai Upaya Pelestarian Nilai Budaya Timor.
Diselenggarakannya Festival BOSE SE’I LU’AT, masyarakat Kota Kupang diajak untuk tetap mengkonsumsi dan melestarikan hidangan khas daerah NTT yaitu JAGUNG BOSE, DAGING SE’I dan SAMBAL LU’AT agar tidak punah tergerus perubahan jaman.
Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore, sampaikan saat press conference kepada para awak Media Cetak, Elektronik dan Online di Ruang Garuda Kantor Walikota Kupang, Jumat/20 April 2018.
“Sekitar 20 ribu porsi Bose Se’i Lu’at disiapkan oleh Pemkot Kupang di arena Car Free Day “ terang Jefry Riwu Kore.
Diharapkan Festival BSL dapat mencapai rekor LePriD ( Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) yang sebelumnya dikenal dengan MURI (Museum Rekor Indonesia)
“Tujuan Festival BSL untuk melestarikan pangan lokal, memperhatikan jagung bose sebagai pelestarian Budaya timur “ tambah Jefry.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












