Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja di Belu Peradi menyambangi SMPN 2 Tasifeto Timur.
Atambua, Flobamora-news.Com– Program “PERADI Masuk Sekolah” terus berlanjut. Setelah sukses digelar di SMA 17 Agustus Weoe, Malaka, pekan lalu, program pencegahan bullying dan kenakalan remaja ini kini menyambangi SMPN 2 Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Melkinus Conterius Seran, S.H., M.H., C.Me., Ketua DPC PERADI Atambua, memimpin kegiatan ini.
Dalam materinya, Melkinus menekankan pentingnya kolaborasi integral dan holistik dari berbagai pihak – satuan pendidikan, orangtua, masyarakat, pemerintah, dan organisasi profesi advokat (PERADI) – dalam mengatasi masalah bullying dan kenakalan remaja. Ia memaparkan dua strategi utama: kebijakan non-penal (preventif) dan kebijakan yuridis (represif).
Kebijakan non-penal difokuskan pada pencegahan melalui penyuluhan hukum dan sosialisasi dampak bullying dan kenakalan remaja. Pembentukan forum atau komunitas anti-bullying juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya perilaku tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










