Pertanyakan Laporan Vicky Nahak, Pemred Timorline: Hanya Omon-omon Bertujuan Intimidasi Wartawan

Avatar photo
Reporter : Marfin Honin Editor: Marfin
IMG 20260514 WA0002

 

“Kayaknya ini hanya omon-omon saja, tujuannya jelas untuk mengintimidasi wartawan kami. Sebab, jika sekadar omong-omong tapi dilanjutkan dengan pemanggilan lisan terhadap wartawan, itu sudah jelas merupakan tindakan intimidasi. Saya meminta Kapolres Belu melalui Bagian Pembinaan Profesi dan Keamanan (Propam) segera memeriksa petugas SPKT yang menerima pengaduan tersebut, serta penyidik Tipidter yang memanggil wartawan kami. Harus dipastikan, benar atau tidaknya ada laporan resmi di sana,” tandas Kiik dengan nada tegas.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

Berbekal latar belakang pendidikan hukum serta pengalaman praktis di lembaga bantuan hukum, Kiik menegaskan dirinya sangat paham alur dan prosedur penanganan perkara di kepolisian. Ia menilai, dari informasi yang ada, laporan tersebut tidak memenuhi unsur kelengkapan administrasi maupun substansi.

 

“Dalam sebuah laporan atau pengaduan, harus jelas siapa pelapornya, siapa terlapornya, siapa korbannya, apa jenis perkaranya, kapan kejadiannya, dan bagaimana kronologinya. Hal-hal mendasar inilah yang tidak pernah disampaikan kepada wartawan kami. Vester dipanggil dalam perkara apa? Kapan kejadiannya? Siapa yang dirugikan? Semua itu tidak ada kejelasannya,” papar Kiik.