Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bappenas, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, dan Pemerintah Kabupaten TTS, dengan dukungan Plan Indonesia, GIZ, Yayasan Krisna Galensya (Krisna Foundation), serta Caritas Indonesia.
Selama berada di TTS, para peserta akan belajar langsung di wilayah dampingan Plan Indonesia dan Yayasan Krisna. Materi pembelajaran mencakup praktik hortikultura berkelanjutan dan climate-smart agriculture, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan green entrepreneurship di sektor pertanian, hingga model pemberdayaan pemuda berbasis YLAF mulai dari persiapan lahan, produksi, akses pasar, hingga pengelolaan keuangan usaha tani.
YLAF merupakan pendekatan inovatif yang menempatkan pemuda sebagai penggerak utama dalam membangun sistem pangan lokal yang berkelanjutan. Di Kabupaten TTS, program ini telah melibatkan 411 petani muda, dengan 60 persen di antaranya perempuan. Program tersebut juga berhasil mengembangkan 50 hektare lahan produktif dan memperkuat 39 kelompok tani muda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












