Wabup Jhony Konay juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk Yayasan Krisna Galensya, Plan Indonesia, GIZ SDGs SSTC, pemerintah daerah, dan sejumlah mitra pembangunan lainnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, serta penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga mitra, dunia usaha, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” katanya.
Konay menjelaskan, Kabupaten Timor Tengah Selatan telah memiliki pengalaman dalam pengembangan hortikultura berbasis GAP yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan ekonomi rumah tangga petani.
Keberhasilan tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja sama antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, lembaga mitra, dan berbagai pihak yang terus berinovasi dalam pengembangan sektor pertanian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












