“Kontainer nitrogen cair bukan sekadar termos. Ia adalah rumah bagi kehidupan yang menunggu waktu untuk dihidupkan kembali,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari tenaga inseminator dan petugas peternakan. Ia menekankan bahwa pengecekan volume nitrogen cair secara berkala menjadi kewajiban mutlak. Setiap minggu, petugas harus memeriksa ketinggian nitrogen cair dengan memasukkan penggaris plastik atau kayu ke dalam kontainer jika bekas putih nitrogen tidak terlihat pada penggaris, berarti kontainer dalam bahaya. Kontainer berkapasitas 20 liter, jika tak dipantau, bisa kehabisan nitrogen dalam hitungan hari, dan seluruh straw di dalamnya akan mati.
Momen Kritis 30 Detik yang Menentukan
Sesi paling menegangkan dalam pelatihan itu terjadi ketika Prof. Marlene mendemonstrasikan proses thawing pencairan semen beku sebelum diinseminasikan. “Ini adalah momen hidup atau mati bagi spermatozoa,” katanya. Ia menjelaskan bahwa straw harus diangkat dari kontainer nitrogen dengan cepat, lalu langsung dicelupkan ke air hangat bersuhu 37–38°C selama 30 detik. Alternatif lain adalah merendam straw dalam air hangat bersuhu 37,5°C selama 25–30 detik, atau menggunakan air sumur pada suhu 25–30°C selama kurang dari satu menit.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






