Prof. Dr. Ir. Wilmientje Marlene Nalley Paparkan Rahasia Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi di Kupang

Avatar photo
Reporter : Marno Bunda Editor: Okber Bait
IMG 20261015 WA0049

“Kontainer nitrogen cair bukan sekadar termos. Ia adalah rumah bagi kehidupan yang menunggu waktu untuk dihidupkan kembali,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari tenaga inseminator dan petugas peternakan. Ia menekankan bahwa pengecekan volume nitrogen cair secara berkala menjadi kewajiban mutlak. Setiap minggu, petugas harus memeriksa ketinggian nitrogen cair dengan memasukkan penggaris plastik atau kayu ke dalam kontainer jika bekas putih nitrogen tidak terlihat pada penggaris, berarti kontainer dalam bahaya. Kontainer berkapasitas 20 liter, jika tak dipantau, bisa kehabisan nitrogen dalam hitungan hari, dan seluruh straw di dalamnya akan mati.

Momen Kritis 30 Detik yang Menentukan

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sesi paling menegangkan dalam pelatihan itu terjadi ketika Prof. Marlene mendemonstrasikan proses thawing pencairan semen beku sebelum diinseminasikan. “Ini adalah momen hidup atau mati bagi spermatozoa,” katanya. Ia menjelaskan bahwa straw harus diangkat dari kontainer nitrogen dengan cepat, lalu langsung dicelupkan ke air hangat bersuhu 37–38°C selama 30 detik. Alternatif lain adalah merendam straw dalam air hangat bersuhu 37,5°C selama 25–30 detik, atau menggunakan air sumur pada suhu 25–30°C selama kurang dari satu menit.