Reproduksi memegang peranan strategis dalam dunia peternakan sapi, karena keberhasilan reproduksi tidak hanya menentukan keberlanjutan produksi susu dan daging, tetapi juga memengaruhi aspek kesehatan, ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta ketahanan pangan. Pemahaman tentang siklus estrus pada sapi betina yang rata-rata berlangsung sekitar 21 hari menjadi kunci dalam menentukan waktu yang tepat untuk pelaksanaan inseminasi.
Prof. Thomas Mata Hine merupakan akademisi yang telah lama menekuni bidang bioteknologi reproduksi ternak. Ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak pada Januari 2026. Selain aktif sebagai peneliti dengan belasan hibah penelitian nasional, ia juga merupakan penulis buku Stem Cell Embrionik (2016) dan Reproduksi Sapi (2025). Dalam orasi ilmiah pengukuhannya, Prof. Thom memaparkan inovasi pemanfaatan ekstrak daun kelor sebagai aditif dalam preservasi dan kriopreservasi sperma ternak, yang dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi reproduksi sapi dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






