Adopsi teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan, sinkronisasi estrus, dan transfer embrio telah terbukti mampu meningkatkan angka konsepsi hingga 70 persen dan memperpendek jarak kelahiran menjadi 12 hingga 15 bulan. Dengan demikian, peningkatan kompetensi inseminator melalui pelatihan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas sapi dan pengembangan usaha peternakan di Kabupaten Kupang.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Pemkab Kupang dan Undana, diharapkan hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat semakin kuat, sehingga sektor peternakan dapat menjadi pilar utama perekonomian daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. (*/Marno)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






