Aku duduk di sudut
dengan pena dan catatan,
sementara pesta demokrasi
berjalan dengan kaki yang pincang.
Dan aku rindu—
rindu untuk mencatat lagi,
bukan sekadar pelanggaran,
tapi juga harapan yang patah
karena sistem yang pura-pura jujur.
4. Penindakan
Ada saatnya kata tak cukup.
Lalu aku bicara dengan bukti,
berhadapan dengan wajah-wajah
yang dulu ramah,
kini kaku seperti tembok saksi.
Aku tak mencari musuh,
aku hanya menjaga jalan.
Dan setiap kali kutegakkan
apa yang benar,
aku kehilangan teman
tapi mendapatkan nurani.
Kini, malam terasa panjang.
Rindu untuk bersuara lagi
dalam sidang kecil di kantor kecamatan,
tempat di mana keadilan
selalu datang terlambat—tapi tetap datang.
5. Rindu yang Tak Ingin Padam
Aku bukan siapa-siapa,
hanya pria dengan kenangan
dan rindu yang tak selesai.
Soe bukan hanya kota,
ia adalah nadi,
tempat kutinggalkan
sebagian diriku
dalam setiap pemilu yang kukawal.
Aku ingin kembali.
Bukan untuk dikenang,
tapi untuk menjaga lagi
apa yang kini dibiarkan retak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












