Puisi | TTS dalam Ingatan Pengawas Pemilu (Puisi-puisi rindu seorang pengawas)

Avatar photo
Reporter : Yor Tefa Editor: Redaksi
Screenshot 20250724 064801 WhatsApp 2

SOE, Flobamora-News.com – Puisi TTS dalam Ingatan Pengawas Pemilu
(Puisi-puisi rindu seorang pengawas)

1. Kabupaten TTS

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kabupaten ini,
masih berdiri seperti dulu:
tenang, tapi penuh gema,
dalam diamnya menyimpan tanya.

Langkahku pernah tertanam
di lorong-lorong pasar,
di depan TPS yang sunyi
setelah suara terakhir dilipat
dan kertasnya disimpan
dalam kotak seperti dada sendiri.

Aku merindukan itu—
bukan hanya tempatnya,
tapi cara waktu bergerak
saat kebenaran ditulis
oleh tangan-tangan kecil
yang tak pernah disorot kamera.

2. Pencegahan

Aku pernah bicara sebelum semua bicara.
Mengangkat tangan, bukan untuk menuduh,
tapi untuk mengingatkan,
bahwa kejujuran bisa hilang
bila tak dijaga dari awal.

“Jangan,” kataku pada yang tergoda,
“Jangan,” kataku pada bisik uang dan janji.
Karena aku tahu,
sekali kita biarkan
kebenaran dijual,
maka nama kita akan tercoret
dari sejarah yang benar.

Dan kini aku rindu,
rindu menjadi perisai
yang berdiri sebelum dusta tumbuh.

3. Pengawasan

Mata ini bukan sekadar mata.
Ia telah belajar membaca
sandi di balik senyum calon,
atau persekongkolan yang menyamar
sebagai jamuan kopi sore.