SOE, Flobamora-News.com – Puisi TTS dalam Ingatan Pengawas Pemilu
(Puisi-puisi rindu seorang pengawas)
1. Kabupaten TTS
Kabupaten ini,
masih berdiri seperti dulu:
tenang, tapi penuh gema,
dalam diamnya menyimpan tanya.
Langkahku pernah tertanam
di lorong-lorong pasar,
di depan TPS yang sunyi
setelah suara terakhir dilipat
dan kertasnya disimpan
dalam kotak seperti dada sendiri.
Aku merindukan itu—
bukan hanya tempatnya,
tapi cara waktu bergerak
saat kebenaran ditulis
oleh tangan-tangan kecil
yang tak pernah disorot kamera.
2. Pencegahan
Aku pernah bicara sebelum semua bicara.
Mengangkat tangan, bukan untuk menuduh,
tapi untuk mengingatkan,
bahwa kejujuran bisa hilang
bila tak dijaga dari awal.
“Jangan,” kataku pada yang tergoda,
“Jangan,” kataku pada bisik uang dan janji.
Karena aku tahu,
sekali kita biarkan
kebenaran dijual,
maka nama kita akan tercoret
dari sejarah yang benar.
Dan kini aku rindu,
rindu menjadi perisai
yang berdiri sebelum dusta tumbuh.
3. Pengawasan
Mata ini bukan sekadar mata.
Ia telah belajar membaca
sandi di balik senyum calon,
atau persekongkolan yang menyamar
sebagai jamuan kopi sore.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












