Reses di SMAN 2 Sulamu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Rondo Soroti 7 Ruang Kelas Darurat yang Bertahan Sejak 2015

Avatar photo
Reporter : Robert Editor: Redaksi
Screenshot 20261022 171517 Samsung Browser

“Kami susah konsentrasi belajar, apalagi kalau sudah jam 10 pagi. Ruangan panas sekali, dinding tipis, suara dari kelas lain masuk semua. Kadang kami tidak dengar jelas guru menjelaskan,” keluh Carla.

Kondisi itu, menurut Winston, tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele atau dimaklumi karena sekolah baru. Lingkungan belajar yang tidak layak secara langsung memengaruhi konsentrasi, psikologi, dan mutu hasil belajar siswa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kalau anak-anak sudah kesulitan berkonsentrasi karena kepanasan dan suara antarkelas saling mengganggu, kondisi itu harus menjadi perhatian serius. Mutu pendidikan juga ditentukan oleh kelayakan tempat anak-anak belajar,” tegas Wakil Ketua Komisi V yang membidangi pendidikan tersebut.

Winston memastikan aspirasi dari SMAN 2 Sulamu tidak akan berhenti sebagai catatan reses semata. Ia berkomitmen membawa kebutuhan tujuh ruang kelas baru SMAN 2 Sulamu ke dalam pembahasan resmi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dan dalam pembahasan APBD.

Menurut dia, penanganan persoalan tersebut harus dilakukan sistematis dan bertahap. Langkah pertama adalah pemeriksaan fisik kondisi bangunan eksisting, penelusuran kejelasan dokumen dan status tanah sekolah, serta penyusunan perencanaan pembangunan yang dapat diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan maupun pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.