Bagi Winston, kondisi SMAN 2 Sulamu menjadi potret dan pengingat bagi Pemerintah Provinsi NTT bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada seremoni perintisan. Semangat gotong royong masyarakat dalam merintis sekolah harus dijawab dengan tanggung jawab dan keberpihakan anggaran dari pemerintah, agar siswa tidak terus-menerus belajar di ruang darurat yang telah digunakan bertahun-tahun.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan mutu pendidikan antara siswa di Kota Kupang dengan siswa di wilayah pesisir dan perbatasan seperti Sulamu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












