Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan organisasi. Kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan ketulusan, keteguhan iman, dan kekuatan karakter. Menjadi pemimpin, tegasnya, bukan soal kebanggaan jabatan, melainkan kesiapan untuk melayani.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga jati diri IMAPELTIS sebagai organisasi yang lahir dari sejarah, budaya, dan perjuangan para pendahulu. Nilai kekeluargaan, gotong royong, saling menghargai, serta rasa memiliki harus tetap menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang kuat dan relevan di tengah tantangan zaman.
Lebih lanjut, Emanuel mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan IMAPELTIS sebagai ruang pembentukan karakter dan benteng nilai di tengah arus individualisme dan pragmatisme yang semakin kuat di kalangan generasi muda. Organisasi, katanya, tidak hanya harus aktif secara program, tetapi juga kokoh secara moral dan konsisten dalam tindakan.
Kepada para pengurus yang baru dilantik, ia berpesan agar menjalankan amanah dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, terbuka terhadap kritik, serta menjunjung tinggi integritas. Ia mengingatkan bahwa jabatan bersifat sementara, namun integritas akan selalu dikenang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












