Di samping problematika pemeliharaan, aspek fundamental lain yang kerap luput dari perhatian serius adalah manajemen perkawinan pada peternakan rakyat di Pulau Timor yang masih berlangsung secara sporadis dan tidak terencana, sehingga memutus rantai potensi perbaikan genetik. Praktik kawin alami yang dibiarkan tanpa kontrol mengakibatkan terjadinya inbreeding (perkawinan sekerabat) yang menurunkan kualitas genetik, memperlemah daya tahan tubuh anakan, dan memperlambat performa pertumbuhan ternak secara keseluruhan . Kondisi ini semakin ironis mengingat NTT memiliki akses terhadap pengetahuan dan teknologi reproduksi modern, seperti yang diinisiasi oleh program kemitraan PRISMA antara Pemerintah Indonesia dan Australia melalui pelatihan Inseminasi Buatan (IB) di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang . Const. Joel Tukan selaku konsultan program tersebut menegaskan bahwa pemanfaatan pejantan unggul melalui IB sangat krusial untuk memaksimalkan mutu genetik dan efisiensi reproduksi, sebuah langkah yang masih terasa asing bagi peternak desa . Dengan belum teraturnya kalender kawin dan tidak adanya pencatatan silsilah (recording), peternak kehilangan kendali atas kualitas bibit yang dihasilkan, sehingga babi kampung terus berkutat dalam lingkaran setan produktivitas rendah yang tidak mampu bersaing dengan daging babi ras impor atau silangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
