Sebagai konklusi, pertumbuhan ternak babi yang relatif cepat dan berkelanjutan di Pulau Timor hanya akan terwujud jika ada keberanian kolektif untuk meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif melalui intervensi teknologi dan manajemen modern. Integrasi antara kearifan lokal peternak dalam memahami karakteristik dasar babi kampung dengan inovasi bioteknologi reproduksi serta manajemen kesehatan hewan yang ketat akan menciptakan ekosistem peternakan yang tangguh terhadap penyakit dan menguntungkan secara ekonomi. Upaya preventif melalui vaksinasi dan biosekuriti ketat harus menjadi nafas baru, sekaligus menjadikan pos-pos pelayanan IB sebagai simpul perbaikan genetik di tingkat tapak . Saya meyakini bahwa revitalisasi ini bukan sekadar pilihan teknis, melainkan sebuah keharusan strategis untuk mengangkat harkat peternak kecil di NTT, sekaligus menjaga kedaulatan pangan dan stabilitas budaya lokal yang sangat bergantung pada ternak babi. Tanpa adanya transformasi manajemen yang terukur, keberadaan varietas babi kampung di Pulau Timor hanya akan menjadi artefak masa lalu yang tergerus oleh waktu, alih-alih menjadi aset genetik lokal yang dimuliakan melalui pengelolaan presisi dan modern.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












