Opini  

Strategi Resiprokal Menangkal Kepongahan ‘Crazy Cowboy” Trump

Avatar photo
IMG 20250330 204527

Oleh: Justino Djogo, MA.MBA.

Jakarta, FlobamoraNews.com–“Yiiiihaaaa…,” lengking si Cowboy New York, menyerukan dimulainya Perang Dagang Dunia. Si Cowboy, tentu kita tahu bahwa Presiden Trump yang kita maksud, mengumumkan tarif bea masuk barang ke negaranya. Sebutannya “tarif resiprokal (tarif timbal balik) berupa pembatasan perdagangan yang diberlakukan satu negara (dalam hal ini AS), terhadap negara lain.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tarif yang dicanangkan Trump atas nama “respons” terhadap tindakan serupa yang sudah dilakukan oleh negara lain terhadap AS, tujuan ter-suratnya adalah untuk menciptakan keseimbangan dalam perdagangan antarnegara. Tapi apa iya seimbang, mengingat keputusan Trump tak hanya bernuansa proteksionisme, tetapi juga mengguncang ekonomi global?
Lihat saja gaya cowboy-nya di ranah perdagangan dunia.

Kadang ia menembak dengan peluru berupa tarif impor tinggi, dan juga mencabut komitmen dagang multilateral.
Atas nama kepentingan nasionalnya, tindakan AS telah mengancam mitra dagang tradisional, sekaligus mengubah peta dagang dunia.