Oleh: Justino Djogo, MA.MBA.
Jakarta, FlobamoraNews.com–“Yiiiihaaaa…,” lengking si Cowboy New York, menyerukan dimulainya Perang Dagang Dunia. Si Cowboy, tentu kita tahu bahwa Presiden Trump yang kita maksud, mengumumkan tarif bea masuk barang ke negaranya. Sebutannya “tarif resiprokal (tarif timbal balik) berupa pembatasan perdagangan yang diberlakukan satu negara (dalam hal ini AS), terhadap negara lain.
Tarif yang dicanangkan Trump atas nama “respons” terhadap tindakan serupa yang sudah dilakukan oleh negara lain terhadap AS, tujuan ter-suratnya adalah untuk menciptakan keseimbangan dalam perdagangan antarnegara. Tapi apa iya seimbang, mengingat keputusan Trump tak hanya bernuansa proteksionisme, tetapi juga mengguncang ekonomi global?
Lihat saja gaya cowboy-nya di ranah perdagangan dunia.
Kadang ia menembak dengan peluru berupa tarif impor tinggi, dan juga mencabut komitmen dagang multilateral.
Atas nama kepentingan nasionalnya, tindakan AS telah mengancam mitra dagang tradisional, sekaligus mengubah peta dagang dunia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












