ASEAN Untung, atau Malah Buntung?
Tak seremeh itu, membalas tarif resiprokal dengan tarif timbal balik. Tak semudah itu pula AS menerima negosiasi dari negara-negara yang diduga bakal terdampak, seperti India, Argentina, Indonesia, Thailand, Arab Saudi, Brasil, Turki, serta Vietnam dan Thailand. Dua negara terakhir dianggap memiliki “PDB paling berisiko”.
Tapi China mungkin paling kesal dengan polah Trump menaikan tarif bea masuk. Sebab, ternyata diam-diam Trump mengincar Tiktok. Tenggat waktu keputusan China untuk melepas atau mempertahankan Tiktok, adalah tanggal 5 April 2025. Mepet waktunya. Diduga, China bakal menolak, dan Tiktok yang juga diincar oleh Jeff Bezos, bakal dilarang di AS.
Tak heran ketika negara-negara yang kena getok tarif resiprokal AS masih mikir-mikir, China sudah bereaksi: mengenakan tarif retaliasi sebesar 34% kepada semua produk impor AS (4/3/2025) sejak 10 April 2025 mendatang. Alasan China, ”Praktik AS ini tidak sejalan dengan aturan perdagangan internasional (WTO), sangat merugikan hak dan kepentingan sah China, dan merupakan praktik intimidasi unilateral yang khas,” bunyi pernyataan Komisi Tarif Dewan Negara China, dilansir dari CNN.
Lain lagi dengan Singapura yang kena tarif resiprokal 10% dari AS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












