“Guru hebat bukan yang digantikan oleh teknologi, tetapi yang mampu menjadikan teknologi sebagai rekan seperjuangan untuk mencerdaskan generasi masa depan,” ujarnya.
Terpisah, Rhey mengatakan bahwa dirinya tidak sehebat banyak orang di luar sana dalam hal AI dan koding. Namun, dengan keterbatasan yang ada, ia tetap berusaha berbagi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Masih banyak orang hebat di luar sana yang lebih mengerti dari saya. Tetapi dengan keterbatasan dan sedikit ilmu yang saya miliki, saya juga ingin berbagi terutama kepada para guru,” jelasnya.
Menurut Jurnalis Muda yang juga merupakan ketua JMSI Kabupaten TTS ini, sasaran utama dalam pengembangan pengetahuan digital haruslah para guru, karena guru adalah pendidik sekaligus pembentuk karakter anak-anak bangsa.
“Kita tahu bersama, zaman sekarang adalah zaman modern semua serba digital. Karena itu, kita semua perlu memahami teknologi, terutama para guru, karena gurulah pendidik sejati,” ujarnya.
Rhey menegaskan bahwa sekalipun AI itu cerdas, namun kecerdasan buatan tidak dapat membentuk karakter manusia. Oleh karena itu, ia berharap apa yang telah dibagikannya dapat memberikan manfaat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












