“Saya tidak memeras, saya hanya datang ke toko itu karena sebelumnya kami berkomunikasi melalui pesan WhatsApp yang pada akhirnya saya meminta bantuan kepada pemilik toko Anugerah untuk membantu saya uang bensin guna melangsungkan kegiatan di Kupang,” ujar Arro Bria, Sabtu, 16 Agustus 2025. Ia mengakui bahwa saat itu dirinya memang sedang membutuhkan dana untuk kegiatan di Kupang.
Untuk meredam polemik yang berkembang, Arro Bria menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia juga berterima kasih kepada pihak Polres Belu karena secara profesional telah menyelesaikan masalah ini secara baik melalui jalan damai.
Untuk diketahui, sebagai bukti kesepakatan damai, Arro Bria dan pemilik toko Anugerah telah membuat surat pernyataan damai di hadapan pihak kepolisian. Keduanya sepakat untuk saling memaafkan dan tidak memperpanjang masalah ini.
Dengan adanya kesepakatan damai ini, diharapkan tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan dan polemik ini dapat segera diakhiri. Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin hubungan yang baik di masa mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












