Sempat Ditahan Observasi 24 Jam, Pasien Asal Tetaf Akhirnya Meninggal Dunia

Avatar photo
IMG 20260523 WA0012

 

Ia menerangkan, saat itu terdapat dua pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, yakni seorang ibu hamil dengan diagnosis abortus atau keguguran serta seorang pasien di UGD dengan keluhan sakit lambung. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua pasien dinilai belum masuk kategori gawat darurat sehingga rujukan direncanakan dilakukan keesokan hari.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

“Namun sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari, pasien di ruang bersalin mengalami pendarahan dan tekanan darah menurun. Sementara pasien di UGD juga mengalami nyeri hebat di bagian perut sehingga keduanya masuk kategori gawat darurat,” ungkapnya.

 

Alfred menambahkan, tenaga medis kemudian melakukan konsultasi dengan dokter kandungan dan pihak UGD rumah sakit melalui sambungan telepon dan video call.

 

“Pihak rumah sakit meminta video kondisi klinis pasien. Setelah video dikirim, UGD akhirnya memberikan ACC rujukan berdasarkan kondisi pasien,” katanya.

 

Menurut Alfred, persetujuan rujukan baru diterima sekitar pukul 06.25 pagi. Saat itu ambulans masih berada di Desa Enoneontes untuk mengantar pasien lain dan baru kembali ke Puskesmas Tetaf sekitar pukul 06.40. Kedua pasien kemudian dirujuk sekitar pukul 07.00 pagi.