Daerah  

Songsong 50 Tahun SDI Madambake! Mengenang Sejarah, Prestasi dan Pejuang Pendidikan 

Avatar photo
Photoroom 20250226 220048 1
Alumni SDI Madambake dari kiri ke kanan: Valens Daki Soo, NR.Yustinus Djogo Ja dan Piter Pukat.

Ketika 19 Agustus 1990, mendarat di Bandara Internasional Vienna Austria, saya dijemput sosok sederhana, terkenal pintar di Ledalero dan disiplin dialah frater misionaris muda yang ada diantara kita saat ini yang mulia Bapa Uskup Budi Kleden.

Dalam perjalanan menuju St.Gabriel, sekitar 40 menit, salah satu nasihat yang masih saya ingat dan simpan adalah, “Datang kesini mewakili bukan saja SVD tapi Indonesia, belajar yang tekun, disiplin dan bergaul dengan semua orang, tidak dari Jerman atau Austria saja tapi teman-teman dari Eropa timur seperti Hungaria, Polandia.”

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tentu saja saya mengangguk setuju walaupun pandangan mata saya ke luar mobil menyaksikan kota Vienna menuju Moedling. Disana ada biara SVD dan kami selama 5 tahun, sampai dengan tahun 1995 bersama di Missionshaus St.Gabriel Moedling bei Wien. Banyak hal yang saya belajar dari YM Bapa Uskup, terutama kesederhanaan dan kedisiplinan. Jika ingin berhasil, peganglah dua kunci itu.

Setelah gempa bumi melanda Flores 1992, YM Bapa Uskup, saat itu masih sebagai frater misionaris SVD di Austria ini sempat mengunjungi Nangaroro dan bertemu keluarga di Aekana, sebelum ke Seminari St.Yoh.Berkhmans Mataloko bersama Pater Perfek kami di St. Gabriel, almarhum Pater Ruediger Brunner SVD.