Opini  

Sri: Dari Nga’o Mea menjadi Nga’o Bangga Ngeri

IMG 20241016 224541
Photo ilustrasi anak, dok: google

Harapannya, komitmen tidak hanya sebentar layar berkembang dan patah lunglai diperjalanan, dukungan demi dukungan perlu tetap ada, apalagi untuk anak-anak desa seperti Sri dan teman-temannya, yang tidak banyak akses tentang informasi, yang tidak ada handphone untuk berkomunikasi, tidak ada jaringan internet, jalan yang masih rusak, air bersih yang hanya mengandalkan air embung di sekitar kampung. Atau anak-anak seperti Sri yang adalah gadis yatim karena sejak lama ditinggal meninggal mamanya sehingga hanya di asuh oleh bapaknya yang seorang petani musiman. Kesempatan-kesempatan dan ruang untuk bisa pimpin dan berpartisipasi adalah kebanggaan sekaligus tempat belajar buat anak-anak desa. Ya, media pemberdayaan bagi anak, ruang pengembangan bakat dan minat anak, tempat Pendidikan informal dan juga jembatan komunikasi antara anak dan pemangku kepentingan.

Maka sangatlah perlu dukungan dari keluarga, dukungan Pemerintahan desa beserta masyarakat, fasilitasi dari pendampingnya dan perlu juga terus didampingi oleh Yayasan Plan Indonesia dalam kerja-kerjanya menjadi fondasi kokoh berlanjut, berkembang menuju kemandirian Forum Anak Desa.



Exit mobile version