Dugaan Aliran Dana dan “Jatah Reman”
Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa praktik ini diduga melibatkan kelompok tertentu, termasuk yang disebut sebagai R Cs, yang disebut-sebut menikmati “jatah reman” melalui transaksi perbankan.
Seorang sumber terpercaya mengungkapkan pada Minggu (5/4) bahwa dari total kuota 13.200 ekor sapi tahun ini, pengusaha lokal justru tersisih.
“Pengusaha bermodal besar dari luar lebih diprioritaskan karena mampu memberikan tawaran (komitmen) jauh lebih tinggi dibandingkan pengusaha lokal yang hanya mengandalkan legalitas resmi,” ungkap sumber tersebut.
Selisih Fantastis, Uang Mengalir ke Mana?
Data mengejutkan terungkap terkait ketimpangan biaya pengurusan. Dari setiap ekor sapi, pengusaha diduga diminta menyetor sekitar Rp580.000. Namun, yang resmi masuk ke kas negara sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp125.000 (dibagi Provinsi Rp50.000 dan Kabupaten Rp75.000).
“Artinya ada selisih sekitar Rp455.000 per ekor yang tidak jelas peruntukannya. Jika dikalikan dengan jumlah ribuan ekor, nilainya sangat fantastis,” lanjut sumber.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












