Imbas dari dugaan monopoli ini sangat dirasakan peternak. Di wilayah Amanuban Timur, sekitar 4.000 ekor sapi dilaporkan menumpuk di sembilan desa karena minimnya pembeli.
Pengusaha luar yang memegang kuota cenderung tidak membeli langsung dari peternak lokal TTS, melainkan mencari pasokan dari kabupaten lain. Akibatnya, harga sapi anjlok hingga menyentuh angka Rp8 juta per ekor, jauh di bawah harga wajar. Kondisi ini memaksa petani membawa ternak mereka keluar daerah seperti ke Camplong dengan biaya tambahan yang memberatkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












