SOE, Flobamora-News.Com – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali dihadapkan pada peristiwa yang meresahkan. Sebanyak 59 ekor sapi milik warga di dua desa berbeda dilaporkan mati mendadak. Kematian ternak tersebut diduga kuat dipicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang berlangsung terus-menerus disertai kabut tebal dan suhu udara yang mencapai 7 derajat Celcius di wilayah pegunungan.
Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan, pemeriksaan, serta memberikan penanganan terhadap ternak yang masih bertahan.
Peristiwa ini terjadi di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, dan Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kematian ternak berlangsung secara beruntun sejak perubahan cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, hingga awal pekan ini. Suhu udara di kedua wilayah pegunungan tersebut tercatat turun hingga 7 derajat Celcius, kondisi yang dinilai sangat ekstrem bagi ternak sapi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












