Baginya, keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga dari kuatnya ikatan persaudaraan yang terbangun selama kompetisi berlangsung.
“Menang dan kalah itu biasa. Namun, persaudaraan yang kita rajut selama 10 hari di SMP Negeri Lotas inilah yang menjadi juara sesungguhnya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Martinus, atas nama keluarga besar SMP Negeri Lotas, komite sekolah, orang tua, dan masyarakat Kokbaun, turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan turnamen terdapat kekurangan dalam penyambutan, pelayanan, maupun penyediaan fasilitas tempat istirahat bagi para peserta dan guru pendamping.
Ia berharap seluruh tim dapat kembali ke daerah masing-masing dengan selamat serta membawa pengalaman dan kenangan baik selama berada di Lotas dan Kokbaun.
“Pintu SMP Negeri Lotas selalu terbuka untuk kalian. Pulanglah dengan selamat dan sampaikan salam hormat kami kepada kepala sekolah serta orang tua di kampung halaman. Bawalah cerita baik tentang Lotas dan Kokbaun,” pesannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












