Tak hanya dua anggota dewan tersebut yang tidak menyetujui pengadaan mobil untuk tokoh agama.
Banyak tokoh muda dan masyarakat pun ikut menolak hal ini sejak 22/11 hingga detik ini polimik ini masih viral diperdebatkan.
Denz Saunoah dalam grup Whatsapp ‘SFS’ menyatakan
“Masyarakat Dapil III Malaka ada sebagian daerah yg kekurangan air bersih.. dan mungkin dibeberapa daerah lainnya di Dapil I dan II. Alangkah bijaknya PEMDA jika mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan Air Bersih Masyarakatnya lewat pengadaan sumur bor atau sejenisnya”. Jelas Denz.
“Jika sudah meng-cover minimal,.
Barangkali Usulan utk pengadaan mobil utk Para Pastor bisa dipertimbangkan..
Lagian sekalipun sudah ada Mobil operasional, Umat tetap kasih Derma”. Tambah Dia.
Seperti dikutip di Voxntt.com Jhonta pemuda yang juga menolak pengadaan mobil ini.
Bagi Jhonta, tokoh agama bukan pejabat negara. Bentuk pelayanan mereka pun tidak sama dengan pejabat daerah.
“Untuk apa berikan mobil untuk para tokoh agama. Tugas mereka ya pelayanan dan ada mekanismenya,” tegasnya.
“Khusus tokoh agama Katolik, mereka terthabis, bukan dilantik. Mereka adalah pelayan yang wajib miskin karena sudah terikat kaul kemiskinan,” tambah Jhonta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
