Menurut Wabup TTS, tantangan sektor pertanian saat ini tidak lagi sebatas meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana menerapkan praktik budidaya yang baik, menjaga keberlanjutan lingkungan, meningkatkan efisiensi usaha tani, memperluas akses pasar, serta memperkuat kemitraan.
Karena itu, penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil pertanian, sekaligus kesejahteraan petani.
Kunjungan belajar yang berlangsung selama dua minggu tersebut difokuskan pada pembelajaran praktik GAP hortikultura, penguatan akses pasar, serta pengembangan jejaring kemitraan dan kolaborasi multipihak.
Wabup Jhony Konay juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk Yayasan Krisna Galensya, Plan Indonesia, GIZ SDGs SSTC, pemerintah daerah, dan sejumlah mitra pembangunan lainnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, serta penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












