Memang benar, saat ini semua mata dunia tertuju ke Flores. Bantuan berdatangan dari mana-mana untuk para korban di lokasi bencana. Namun, ada satu kelompok yang sering terlupakan : mahasiswa asal Flores yang berada di perantauan.
Mereka adalah korban tidak langsung gempa. Secara fisik mereka selamat, tapi secara psikis dan ekonomi mereka hancur. Mereka harus tetap kuliah, mengerjakan tugas, dan ujian, sementara hati mereka tercabik-cabik memikirkan orang tua yang belum pasti kabarnya.
“Saya hanya ingin mengingatkan. Saat semua orang mengirim bantuan ke Flores, jangan lupakan anak-anak Flores yang sedang berjuang di kota ini. Mereka butuh sandang, pangan, dan papan. Mereka butuh kepastian,” pungkas Marno.
Bagi Marno, gelar sarjana memang penting. Tapi baginya, keberkahan sebuah ilmu adalah ketika ia bisa digunakan untuk menebar kebaikan, bahkan di hari yang seharusnya menjadi hari terbaik dalam hidupnya.
“Wisuda bisa diulang, tapi nyawa dan perut teman-teman saya tidak bisa menunggu,” katanya lirih.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
