Di hadapan masyarakat yang memenuhi aula kantor desa, Yoram menegaskan prinsip dasar tugas seorang wakil rakyat: “Tugas kita tidak boleh berhenti pada retorika politik, melainkan harus hadir dalam bentuk kepekaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan keberanian mendorong penyelesaiannya.”
Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal jika kelima persoalan tersebut dibiarkan berkembang sendiri-sendiri. “Semua persoalan ini saling terhubung dan menjadi penentu kualitas hidup masyarakat desa. Reses ini bukan hanya untuk mendengar aspirasi, tetapi bagaimana kita sama-sama mencari jalan keluar – karena ketika rakyat bicara soal kelima hal ini, kita sedang membicarakan masa depan desa,” ucapnya.
Dalam sektor ekonomi, Yoram menyoroti realitas yang sering terjadi di lapangan: keberadaan kelompok tani yang hanya aktif secara administratif, namun lemah dalam kerja kolektif dan produktivitas nyata. Ia mengingatkan agar kelompok tani tidak dibentuk hanya sebagai “batu loncatan” untuk memperoleh bantuan pemerintah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












