“Wilayah adat Pua Ana Noa Ana Osin, Batun, Oken, dan Suana dengan Bonif Tuka, Tlonaen, Poni, dan Banoet memiliki nilai-nilai luhur yang wajib dijaga oleh setiap pemimpin,” tegas warga.
Aksi damai diwarnai dengan pembentangan spanduk yang menjadi suara hati masyarakat, antara lain:
“Kami Ibu-Ibu Desa Nununamat Menolak Kepala Desa yang Merendahkan Martabat Perempuan”
“Perilaku Oknum Kepala Desa Mencoreng Wibawa Pemerintah Secara Keseluruhan”
“Berilah Kami Seorang Perempuan untuk Memimpin Desa Nununamat yang Menjunjung Etika, Moral, dan Bisa Diteladani”
Para ibu-ibu menegaskan, penolakan ini bukan didasari rasa kebencian terhadap individu tertentu, melainkan lahir dari kegelisahan mendalam dan kepedulian terhadap masa depan pemerintahan desa serta perlindungan atas harkat dan martabat perempuan.
“Kami menginginkan pemimpin yang menjadi teladan bagi anak-anak dan segenap masyarakat. Kami berharap pemerintah benar-benar mendengar suara hati kami dan segera memberikan kepastian,” ujar salah satu peserta aksi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












