Daerah  

Banyak Rumpun Bambu di Mauponggo Tersapu Banjir, Picu Kelangkaan Bahan Tangga Cengkeh 

Avatar photo
IMG20250911163424
Petani Cengkeh di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Photo dok: FlobamoraNews

Nagekeo, FlobamoraNews.com — Selain menimbulkan korban 10 korban jiwa, bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya mengakibatkan kerusakan parah terhadap lingkungan.

BPBD Kabupaten Nagekeo mencatat kerugian akibat bencana naas itu diperkirakan mencapai Rp. 100 Miliar. Banjir memporak-porandakan lahan pertanian, merusak fasilitas infrastruktur, menghanyutkan puluhan rumah, ternak hingga tanaman perkebunan milik petani setempat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dari pantauan lapangan sepanjang aliran kali, selain membawa material berupa pasir dan batu-batu besar, banjir bandang juga menyeret tanaman perkebunan, pohon-pohon kayu besar hingga rumpun bambu.

Banyak rumpun bambu yang hanyut dibawa banjir serta tumbang akibat longsor, membuat petani di wilayah itu cemas, lantaran berpotensi terjadinya kelangkaan bambu yang mana merupakan bahan penting untuk pembuatan tangga cengkeh.

Kami ndia te (kami di sini) gae (cari) bheto peri (bambu) negha (sudah) setengah mati, te ala puu (ambil dari) kampung Puu nage” ujar salah satu Warga Desa Wolotelu, saat ditemui awak media belum lama ini.