Nagekeo, FlobamoraNews.com — Selain menimbulkan korban 10 korban jiwa, bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya mengakibatkan kerusakan parah terhadap lingkungan.
BPBD Kabupaten Nagekeo mencatat kerugian akibat bencana naas itu diperkirakan mencapai Rp. 100 Miliar. Banjir memporak-porandakan lahan pertanian, merusak fasilitas infrastruktur, menghanyutkan puluhan rumah, ternak hingga tanaman perkebunan milik petani setempat.
Dari pantauan lapangan sepanjang aliran kali, selain membawa material berupa pasir dan batu-batu besar, banjir bandang juga menyeret tanaman perkebunan, pohon-pohon kayu besar hingga rumpun bambu.
Banyak rumpun bambu yang hanyut dibawa banjir serta tumbang akibat longsor, membuat petani di wilayah itu cemas, lantaran berpotensi terjadinya kelangkaan bambu yang mana merupakan bahan penting untuk pembuatan tangga cengkeh.
“Kami ndia te (kami di sini) gae (cari) bheto peri (bambu) negha (sudah) setengah mati, te ala puu (ambil dari) kampung Puu nage” ujar salah satu Warga Desa Wolotelu, saat ditemui awak media belum lama ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












