“Aksi Damai di Depan Kejari TTS: Masyarakat dan FPDT Tuntut Transparansi, Kajari Janjikan Kasus Desa Spaha” Jadi Atensi Khusus

Avatar photo
IMG20260126115400

SOE, Flobamora-News.Com  – Masyarakat Desa Spaha Kecamatan Kolbano, didampingi kuasa hukum Arman Tanono S.H, serta Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) beserta rombongan jurnalis dari berbagai media massa, melaksanakan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Selatan (TTS) pada hari Senin (26/01/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua FPDT Doni Tanoen dan selaku Korlap Aksi Arman Tanono S.H ini mengangkat sejumlah tuntutan terkait perlakuan terhadap wartawan serta pengacara, serta mempertanyakan proses penanganan sejumlah kasus korupsi di wilayah Kabupaten TTS.

 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

 

 

Dalam Pantauan Awak media ini aksi yang berlangsung secara damai , pihak peserta menyampaikan tiga poin tuntutan dan aspirasi utama kepada pihak Kejari TTS, antara lain:

 

1. Meminta penjelasan terkait larangan wartawan/media membawa handphone di dalam kantor Kejaksaan, serta larangan meliput baik di dalam maupun luar ruangan termasuk kompleks kantor Kejari TTS yang dilakukan oleh oknum pegawai. Menurut perwakilan wartawan yang hadir, larangan ini dianggap sebagai upaya untuk membatasi akses informasi publik terkait proses hukum yang seharusnya transparan.