TTS ,Flobamora-News.Com – Polemik pembagian kuota sapi di Kabupaten TTS kembali memanas dan memasuki babak serius. Dua pengusaha ternak lokal, Fransina Nenobais dan Ivan Hamid, secara terbuka membongkar dugaan ketidaktransparanan dalam distribusi kuota sapi di hadapan Komisi II DPRD TTS pada Rabu (1/4/2026).
Pengaduan ini tidak sekadar keluhan administratif, melainkan membuka pertanyaan besar terkait siapa yang sebenarnya memegang kendali penuh dalam distribusi kuota sapi di daerah tersebut. Kasus ini mempertegas dugaan adanya persoalan sistemik dalam tata kelola kuota ternak, mulai dari mekanisme yang dinilai tidak transparan, inkonsistensi standar operasional prosedur (SOP), hingga indikasi adanya jalur tidak resmi dalam penentuan penerima. Jika tidak diusut tuntas, polemik ini berpotensi berkembang menjadi skandal tata kelola sektor peternakan, termasuk dugaan praktik “main belakang” dalam distribusi kuota.
Dalam rapat resmi di ruang Komisi II DPRD TTS, Ivan Hamid menyampaikan kekecewaan secara terbuka dan menilai distribusi kuota sapi tidak lagi berpijak pada asas keadilan. “Saya merasa sangat kecewa karena saya dipersulit untuk mendapatkan kuota sapi dari Dinas Peternakan,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












