SOE, Flobamora-News.Com .07 April 2026 – Praktik dugaan mafia kuota sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai terbongkar ke publik. Pengusaha lokal secara terang-terangan mengungkap adanya keterlibatan pihak luar atau “aktor bayangan” yang diduga mengendalikan distribusi kuota, hingga indikasi aliran dana yang merugikan daerah dan peternak kecil.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD TTS, Rabu (1/4), pengusaha lokal Fransina Nenobais membeberkan kerumitan alur birokrasi yang tidak transparan. Ia mengaku kerap “dipingpong” dan diarahkan untuk menemui sosok bernama ‘Seto’, yang dinilai tidak memiliki jabatan struktural resmi di Dinas Peternakan.
“Kewajiban dinas itu harus dikembalikan. Dinas harus berfungsi membagikan kuota kepada kami pengusaha. Jangan ada lagi kepala dinas bayang-bayangan,” tegas Fransina di hadapan anggota dewan.
Menurut keterangan, instruksi menemui pihak luar tersebut bahkan datang dari pejabat teras. Namun, saat dikonfirmasi ke Bupati TTS, sosok tersebut hanya disebut sebagai pihak aliansi, bukan bagian dari struktur pemerintahan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












