SOE, Flobamora-News.Com — U paya memutus rantai stunting di Indonesia terus digencarkan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satunya dilakukan melalui kolaborasi PT Pegadaian Cabang Soe bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dalam kegiatan “Gerakan Bersama Pegadaian-POGI Menuju Indonesia Emas Bebas Stunting” yang digelar di Puskesmas Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema “Merdeka Stunting 2026” dengan tagline “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting”, kegiatan tersebut menyasar 30 ibu hamil dari wilayah Kecamatan Kota Soe.
Kegiatan di TTS merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di 36 kota di Indonesia pada hari yang sama.
Kehadiran jajaran pimpinan, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan pemerintah daerah menjadi bukti bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama sejak masa kehamilan.
Turut hadir Pimpinan Cabang Pegadaian Soe, Florensa M.P. Laya, SE; Ketua POGI NTT, dr. Erma Rautelasi, Sp.OG; Sekretaris Dinas Kesehatan TTS, Nahad S.E. Baunsele, SKM, M.PH; Kabid Kesmas Dinkes TTS, Niczon H. Ataupah, SKM; Kepala UPT Puskesmas Kota Soe, drg. Yulin Palar; serta sejumlah dokter spesialis obstetri dan ginekologi, yakni dr. Edward Manurung, Sp.OG, dr. Charles Richard Thene, Sp.OG dari RSUPP Malaka, dan dr. Sebastianus Tannur, Sp.OG dari RSUD TTU.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












