Peluncuran SIPETIK PPA hadir sebagai simbol inovasi dan komitmen. Sistem ini memungkinkan pelaporan kekerasan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. Dalam era digital, memanfaatkan teknologi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Jika anak-anak tak bisa bersuara lantang melawan kekerasan yang mereka alami, maka aplikasi ini akan menjadi pahlawan sunyi yang mendengar dan melapor kepada pihak terkait.
Bupati TTS Eduard Markus Lioe juga mengingatkan peran tim gugus perempuan dan anak kabupaten sebagai garis depan dalam menangani kasus-kasus tersebut. “Tugas mereka adalah memastikan setiap kasus harus cepat diatasi dan dituntaskan,” ungkapnya. Pesan ini untuk mengundang kolaborasi lintas sektor pemerintah, masyarakat, dan seluruh komponen warga karena membangun daerah tanpa kekerasan adalah tugas bersama, bukan sekadar tanggung jawab segelintir pihak.
Dalam konteks yang lebih luas, peringatan Hari Anak Nasional di TTS tahun ini membawa pesan bahwa membentengi anak dari kekerasan bukan pekerjaan yang selesai dalam sehari. Ia butuh keterlibatan berkelanjutan, pendidikan nilai, dan perubahan budaya. Data dari UNICEF pernah menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak seringkali tersembunyi di balik pintu rumah—tempat yang seharusnya paling aman justru menyimpan potensi bahaya terbesar. Sebuah ironi yang patut direnungkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












