Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Masalah Sampah dan Stunting di Kota Kupang Penjabat Wali Kota Minta Dukungan Tokoh Agama

Reporter : Humas Kota Kupang Editor: Redaksi

KUPANG, Flobamora-news.com – Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, meminta dukungan para tokoh agama untuk menangani masalah sampah dan stunting di Kota Kupang. Permintaan tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan para tokoh agama Kota Kupang di ruang rapat Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (25/8). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Jeky Latupeirissa, M.Th, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, H. Muhammad MS, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, I Wayan Wira Susana, Ketua Klasis Kota Kupang Barat, Pdt. Ita Fointuna Ndun, S.Th, Wakil Ketua Klasis Kota Kupang, Pdt. Divita Damayanti serta Wakil Ketua Klasis Kota Kupang Barat, Pdt. Yohana Nenobais-Kebang, S.Th.

Baca Juga :  Sampah Jadi Masalah Utama di Provinsi NTT Khususnya Kelurahan Kolhua

Dalam pertemuan tersebut Penjabat Wali Kota menjelaskan, pada apel perdana bersama seluruh ASN Kota Kupang dan rapat bersama para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang beberapa hari lalu dia menargetkan dalam waktu 2 bulan akan menyelesaikan masalah sampah di Kota Kupang dan dalam 1 tahun akan menjadikan Kota Kupang sebagai kota terbersih di Indonesia. Menurutnya persoalan tersebut merupakan tanggung jawab semua orang di Kota Kupang, termasuk lembaga agama yang diyakininya mampu mengubah mindset jemaat lewat seruan dari mimbar rumah ibadah. Karena itu dia meminta kesediaan para tokoh agama untuk membantu Pemkot Kupang lewat suara gembala, mengimbau seluruh warga untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kerja besar ini perlu melibatkan semua masyarakat. Harus diakui masyarakat Kota Kupang cenderung lebih taat pada pemimpin agama ketimbang pejabat pemerintahan seperti camat dan lurah. Karena itu kami mohon bantuan seruan suara gembala para tokoh agama kepada umat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Tujuannya adalah membentuk kepedulian warga, karena kebersihan adalah bagian dari peradaban,” ungkapnya.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama MensaNews.Com Dengan Humas kota kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Humas kota kupang.