“Kerja besar ini perlu melibatkan semua masyarakat. Harus diakui masyarakat Kota Kupang cenderung lebih taat pada pemimpin agama ketimbang pejabat pemerintahan seperti camat dan lurah. Karena itu kami mohon bantuan seruan suara gembala para tokoh agama kepada umat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Tujuannya adalah membentuk kepedulian warga, karena kebersihan adalah bagian dari peradaban,” ungkapnya.
Selain sampah, isu lain yang dibahas Penjabat Wali Kota bersama para tokoh agama adalah penanganan stunting. Diakuinya hingga saat ini masih ada warga yang tidak mau anaknya ditimbang dan tidak mempersiapkan calon ibu secara baik. Karena itu dukungan imbauan dari tokoh agama untuk mengedukasi warga tentang penanganan stunting sangat diharapkan. George menuturkan baru saja bertemu dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tingkat Kota Kupang. Dalam pertemuan tersebut mereka sepakat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk di rumah-rumah ibadah. Dia berharap rencana tersebut disambut baik oleh para tokoh agama sehingga mereka memperoleh kesempatan untuk mengimbau langsung masyarakat. Para anggota Forkopimda juga sudah menyatakan kesediaan memberikan dukungan untuk penertiban di pasar, termasuk untuk membuka akses masuk seperti di Pasar Oeba menuju Pura Oebanantha.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










