Nagekeo, FlobamoraNews.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, dan sekitarnya sejak Minggu 7 September 2025 malam hingga Senin 8 September 𝟤𝟢𝟤𝟧 siang sampai sore berakibat terjadinya banjir di sejumlah titik.
Banjir dilaporkan melanda beberapa desa di wilayah itu mulai dari wilayah pegunungan hingga pesisir pantai mulai dari Desa Woloede, Desa Lokalaba, Desa Maukeli, Desa Sawu, Desa Ululoga, Desa Wolokisa dan Desa Aewoe.
Di beberapa titik banjir setinggi lutut orang dewasa merendam pemukiman dan masuk hingga ke rumah-rumah warga. Banjir besar jga dilaporkan menghanyutkan barang-barang rumah tangga, menghanyutkan ternak hingga merendam persawahan. Tidak sedikit warga yang paling menyelamatkan diri dan barang berharga bahkan ada yang mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman.
Kepala Desa Aewoe Lorens Raga menyebut, empat Kepala Keluarga ( KK ) yang tinggal di kompleks BPP Pertanian tepatnya di pinggir kali, hingga saat ini masih terjebak akibat banjir yang melanda di wilayah tersebut. Banjir tersebut terjadi di kali Aetoro, akibat tingginya intensitas hujan di wilayah selatan Nagekeo.
”Kurang lebih ada 15 warga dari 4 KK yang masih terjebak sampai malam ini karena banjir di wilayah itu. Mereka tinggalnya di kompleks BPP Pertanian dan Peternakan di Desa Aewoe. Saya tidak tahu persih berapa jumlah yang tinggal di situ. Diperkirakan jumlahnya seperti itu” ujar Raga dalam keterangannya, Senin 8 September malam.
Dijelaskannya, warga yang tinggal di kompleks tersebut tak bisa menyelamatkan diri dari banjir, dikarenakan banjir secara tiba tiba mengepung kompleks di kedua sisi timur dan barat tempat tinggal mereka. Atas kejadian itu, warga lainnya telah berupaya untuk mengevakuasi, namun akibat banjir yang deras dan besar, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
”Kami sudah upaya lakukan penyelamatan dengan menggunakan tali. Tetapi karena banjirnya besar, tali yang kita buang ke sebelah tidak sampai dan kemudian arus. Hingga malam ini mereka masih berada di lokasi itu” jelasnya.
“Kita berharap malam ini tidak terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir yang lebih besar. Karena kalau banjir lagi tentu sangat mengancam mereka yang masih terjebak di lokasi itu” tambahnya.
Selain menghanyutkan ternak dan fasilitas lainnya, banjir yang terjadi juga membuat akses jalan Sawu-Mulakoli putus total. Terjangan lanjut membuat badan jalan terputus total dan terjadi longsor di beberapa titik. “Saya sampaikan bahwa jalan Sawu-Mulakoli hancur total keseluruhan kendaraan tidak bisa lewat, motor 7 buah dibawa arus banjir” beber Kepala Desa Woloede, Adrianus Saju.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












