Ia menambahkan, penggalangan dana serupa juga telah dilakukan sebelumnya di empat titik strategis di Kota SoE, dan ini merupakan gelombang kedua aksi solidaritas seniman dan masyarakat TTS. Kehadirannya kali ini bukan untuk memimpin, melainkan untuk memberi dukungan sekaligus semangat.
“Kenapa harus menunggu lewat jalur formal kalau hati kita sudah terpanggil untuk kemanusiaan? Saya hadir di sini untuk mendukung mereka, untuk memberikan semangat. Ketika aparat juga ikut turun tangan, bersama istri yang seorang seniman, ini bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal seragam, pangkat, maupun profesi. Semua sama, hanya satu hati, satu niat, membantu saudara kita di Flores.”
Ningsih Dethan, seniman Kota SoE yang adalah istri dari AIPDA Werenfridus Meol, juga turut aktif di lokasi penggalangan, menyatukan semangat seni dan kepedulian sosial demi meringankan beban korban bencana gempa bumi yang melanda Flores pada 15 Agustus lalu.
Kehadiran suami istri ini menjadi simbol bahwa kasih sayang sesama anak NTT melampaui batas profesi dan jabatan — dari jajaran kepolisian hingga kalangan seniman, semua melebur dalam satu tujuan: Flores harus dibantu, Flores harus bangkit.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












