Getaran bumi telah reda,
namun lapar masih mengetuk pintu-pintu pengungsian.
Luka mungkin tak terlihat,
tetapi rasa lapar
menusuk lebih dalam dan lebih lama.
Dengarlah suara mereka,
wahai saudara yang berada jauh.
Hari ini mungkin mereka yang kehilangan rumah,
esok bisa saja kita yang membutuhkan uluran tangan.
Bumi boleh mengguncang,
rumah boleh runtuh,
tetapi kemanusiaan jangan sampai ikut roboh.
Sembako bukan sekadar beras di dalam karung,
bukan sekadar minyak dalam botol,
bukan sekadar makanan di atas meja.
Di tangan mereka yang sedang berduka,
sebungkus beras adalah napas.
Setetes minyak adalah harapan.
Sepiring nasi adalah kekuatan
untuk melewati satu hari lagi.
Maka, ulurkanlah tangan.
Berbagilah selagi masih mampu.
Jangan biarkan mereka berjuang sendirian
di antara puing-puing kehidupan
dan perut yang kosong.
Sebab pada akhirnya,
yang paling dibutuhkan manusia
bukan hanya tempat untuk berteduh,
tetapi keyakinan
bahwa di tengah bencana dan kehilangan,
masih ada sesama yang peduli.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
