Charles menegaskan bahwa aksi damai tersebut digelar murni inisiatif mereka demi keadilan dan kepastian hukum, tidak ada embel-embel kepentingan apapun. Meski yang dituntut adalah dugaan tindakan intimidasi, akan tetapi aksi mereka tidak sedang membela pihak manapun.
“Ini murni soal kepastian hukum pak Kajari, kami mendukung Kejari Ngada untuk usut tuntas jika pada pembangunan Perpustakaan ada dugaan korupsi” tandasnya Charles.
Terkait dugaan intimidasi terhadap GL, mereka bahkan meminta Kejari Ngada untuk menghadirkan salah satu anggota Kejari Ngada berinisial TP yang diduga kuat melakukan komunikasi dengan GL terkait urusan sejumlah paket proyek di Nagekeo melalui pesan WhatsApp.
Masa aksi mengaku mengantongi bukti valid transkrip percakapan WA Intimidasi terkait pemenangan tender proyek. Di dalam percakapan WA tersebut GL berkomunikasi dengan salah satu pemilik nomor WA atas nama Tegar Bajawa.
“Pak Kajari (TP red-) ada? Kami minta untuk hadirkan beliau untuk bisa menjelaskan soal komunikasi WA ini, karena kami memiliki bukti kuat” ungkap Naris selaku Kordinator Lapangan di hadapan Kajari Ngada.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
