“Atas nama pemerintah saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak khususnya para mitra pembangunan, lembaga swadaya masyarakat, Penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat Desa Tubuhue yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan komitmen menjaga bumi melalui praktik pertanian yang cerdas dan adaptif terhadap perubahan iklim”, ungkap Bupati.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi momen panen hasil pertanian, tetapi juga merupakan panen pengetahuan, panen semangat, dan panen harapan. Melalui kebun belajar pertanian cerdas iklim, masyarakat kita diajak untuk mempraktikkan cara bertani yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan air, serta menjaga kesuburan tanah dan kelestarian ekosistem. Inilah wujud nyata dari visi pembangunan pertanian berkelanjutan di daerah kita”, ujarnya.
“Pemerintah berharap bahwa model pembelajaran dan praktik baik yang dilakukan di sini tidak berhenti hanya di Desa Tubuhue, tetapi dapat direplikasi ke desa-desa lain, ke kelompok-kelompok tani, bahkan sampai pada skala rumah tangga. Karena dengan mengembangkan pertanian cerdas iklim di tingkat keluarga, kita sebenarnya sedang meyiapkan masa depan gizi yang lebih baik pada ekonomi rumah tangga yang lebih mandiri, dan lingkungan yang lebih lestari”, tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
