Sementara yang dilakukan oleh kelompok tani adalah Kegiatan Kebun Antroforest yaitu kebun campur yang mengintegrasikan perkebunan, kehutanan, dan tanaman holtikultura.
Kendala yang dihadapi menurut Erny Liunokas adalah keterbatasan air sehingga menyebabkan tidak semua anggota kelompok tani dapat rutin menanam dan akses jalan yang buruk menjadi kendala utama dalam membawa hasil panen ke luar desa. Sedangkan bentuk pendampingan yang dilakukan oleh ICRAF adalah
– Pelatihan-pelatihan intensif.
– Praktik langsung di lapangan, termasuk teknik penanaman, cara tanam, dan cara membuat pupuk yang baik, dan pendampingan berlangsung hingga proses penanaman selesai.
“Semoga ke depannya pendampingan terus berkelanjutan dari ICRAF atau LSM lain, agar kelompok tani merasa sudah cukup mandiri dengan ilmu yang didapatkan, namun pendampingan tetap diperlukan, serta adanya peningkatan akses transportasi untuk memudahkan pemasaran hasil panen”, pungkas Erny.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
