Program cetak sawah baru yang akan dilaksanakan di radius Embung Tiwa ini disambut baik oleh Pemerintah Desa Tengatiba. Masyarakat Desa Tengatiba sangat mengharapkan program ini segera dilaksanakan mengingat, Embung Tiwa selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik untuk masyarakat.
“Kami pada prinsipnya menyambut baik program ini karena sangat bermanfaat untuk ketahan pangan masyarakat. Embung itu dibangun 7 tahun lalu tapi tidak bermanfaat” ungkap Kepala Desa Tengatiba Servas Ame.
Menurut Servas, areal lahan kosong tidak produktif yang ada di radius Embung tersebut bukan hanya 30 hektar jika pemanfaatan air dari embung juga menggunakan teknologi pompanisasi. “Kalau hanya sistem gravitasi mungkin hanya sekitar 30 hektar, kalau ditambah teknologi pompanisasi itu malah lebih masih banyak lahan kosong di lereng-lereng” ujar Servas Ame.
Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan BPP, cetak sawah baru ini hanya bisa dikerjakan menggunakan eksavator ataupun buldozer, tidak bisa menggunakan traktor TR-4. Jika menggunakan alat berat jenis ini maka besar kemungkinan Pemerintah Kabupaten Nagekeo akan memanfaatkan alat berat milik Dinas PUPR Nagekeo dengan skema BBM.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












