Ia menilai tema ‘Ceria, Berbakat, dan Berbudaya’ sangat relevan dengan arah pembangunan pendidikan saat ini.
Menurutnya, kata ceria mengandung makna bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Anak-anak yang bahagia akan lebih mudah belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Sementara kata berbakat mengandung pesan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kemampuan yang berbeda-beda.
“Tidak semua anak harus menjadi juara dalam bidang akademik. Namun setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan bakatnya, baik dalam bidang seni, olahraga, literasi, maupun keterampilan lainnya,” tambahnya.
Sedangkan kata berbudaya menegaskan bahwa pendidikan harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.
“Anak-anak Timor Tengah Selatan harus bangga terhadap identitasnya, mencintai budayanya, menghormati nilai-nilai adat, serta tetap menjaga karakter sebagai generasi penerus yang berakar pada budaya lokal namun mampu bersaing secara global,” tegas Apris.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












